Berwisata Sambil Belajar di Museum Nasional Indonesia

Lokasi: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kec. Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Map: Cek Lokasi

Berwisata sambil belajar tentu sebuah plihan bijak, sesekali menyambangi museum bisa menjadi variasi libran kita. Di Jakarta sendiri ada beberapa museum yang dapat kita kunjungi dan pelajari sejarahnya. Museum-museum di Jakarta kini mulai banyak dilirik oleh kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dari sekian banyak museum di Jakarta, kali kita akan menyambangi Museum Nasional atau biasa disebut Museum Gajah.

Koleksi di Museum Nasional

Image by Google Maps (Aryanti Ramadhani)

Museum ini disebut Museum Gajah karena ada sebuah patung gajah yang terbuat dari perunggu di taman depan museum. Patung tersebut merupakan hibah dari raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang mengunjungi museum pada tahun 1871. Kemudian di sekitar patung terdapata meriam dengan posisi menghadap Mobumen Nasional (Monas). Lokasi Museum Nasional ini terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No, 12 Jakarta Pusat.

Museum Nasional sebenarnya telah beridiri sejak 28 April 1778. Bangunan museum ini terlihat bergaya arsitektur kolonial Belanda yang sangat megah. Jika kita akan berkunjung ke Museum Nasional ini, kita akan dikenai harga tiket masuk yang sangat murah. Di sini kita akan menjelajahi seluruh area museum terbesar se Asia Tenggara ini. Museum ini memiliki sekitar 141.000 koleksi benda-benda bersejarah yang dimiliki oleh Museum Nasional Indonesia di Jakarta ini.

Koleksi Museum Nasional

Image by Google Maps (Jakarta Tourism)

Museum Nasional ini areanya terbagi menjadi dua gedung, yaitu Gedung A dan Gedung B. Pada Gedung A terbagi lagi enjadi empat ruangan besar yang berisi peninggalan sejarah yang berbeda-beda. Jika kita memasuki ruangan pertama akan didapati benda-benda yang tetang etnografis Indonesia yang sangat menarik. Di ruangan etnografis ini disimpan beragam artefak dari seluruh penjuru Indonesia. Gamelan Jawa dan Gamelan Bugis juga ada di sini tertata dengan arapi dan benda yang sungguh klasik.

Di sini juga terdapat ikon etnografis Papua berupa perahu kayu yang digunakan oleh pendduduk Papua pada jaman tersebut. Masih di gedung A di ruangn lain, kita akan emnemukan ruangan yang berisi koleksi benda-benda berupa keramik. Keramik-keramik tersebut disimpan dan tertata rapi di etalase kaca. Di ruangan lain terdapat beragam tekstil tenuh khas Indonesia. Tekstil-tekstil tradisional yang khas ini berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Tentu karya berupa tekstil ini akan menggambarkan betapa negeri kita kaya akan seni dan teknologi.

Kegiatan Museum Nasional

Image by Google Maps (Dipen Gadkari)

Ketika Gedung A dirasa sudah tidak mampu menampung benda-benda koleksi lagi maka dibangunlah Gedung B. Gedung B ini baru diresmikan pada 20 Juni 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika itu.Nah begitu kita memasuki Gedung B, kita akan menemukan benda-benda bersejarah dari jaman purbakala hingga jaman kemerdekaan. Gedung B terasa lebih nyaman dan modern karena ada fasilitas AC dan lift disini dan juga ada ruangan audiovisual. Gedung B yang terdiri dari empat lantai ini menyimpan benda-benda bersejarah sesuai dengan klasifikasinya.

Yang perlu diperhatikan pada Gedung B dan khusus di lantai empat kita tidak diperkenankan mengambil foto ataupun video. Gedung B atau disebut Gedung Archa ini setiap lanatai terbagi atas klasifikasi yang bebeda. Lantai 1 berisi tentang manusia dan lingkungan. Lantai 2 berisi tentang ilmu pengetahuan, ekonomi dan teknologi. Lantai 3 berisi tentang organisai sosial dan pola pemukiman. Sedangkan di Lantai 4 tersimpan bermacam koleksi emas dan keramik dari negara asing. Nah, tunggu apalagi mari kita berkunjung, berlibur, berwisata sambil belajar sejarah dengan sangat menyenangkan.